Ads 468x60px

  • BAKSOS IKA SMUDAMA 2015

    Pada kesempatan kali ini kami dai redaksi Apa Kabar SMUDAMA? akan melaporkan kegiatan Baksos IKA SMUDAMA Kembali Untuk Berbagi Jilid 2. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24-27 Desember 2015, di SMAN 2 Tinggimoncong......

  • CESS VI

    "Take an action, Get the champion!" Seperti biasa, Smudama menjalankan sebuah event besar setiap dua tahun sekali yakni Competition of English and Science Smudama atau biasa disingkat CESS VI......

  • PORSENI 2015

    redaksi AKS akan membahas mengenai PORSENI 2015 yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 Desember sampai 22 Desember 2015. PORSENI atau Pekan Olahraga dan Seni itu sendiri merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan pada akhir semester ganjil....(UNM)...

Minggu, 03 Oktober 2010

Cerpen Terbaruku (Penggalan)


MIDAR-MIDAR HIDUP

                Inilah yang sudah lama aku nantikan. Menjadi juara sebuah lomba yang sangat aku idamkan, lomba cipta puisi. Puisi sudah menjadi hobi yang sangat aku gemari, menorah kata-kata puitis yang bisa membuat nara hatiku bermekaran bagaikan bunga cengkeh di kampungku.
                Di sekolahku saja, aku terkenal dengan kemahiranku dalam merangkai kata-kata, menulis cerpen dan apa saja yang bisa membuat kosa kata di kepalaku dapat aku muntahkan seketika.
                Sudah dua hari ini, aku sibuk dengan tumpukan cerpen di atas meja belajarku. Yah, cerpen teman-teman yang memintaku untuk mengganti judul-judul mereka. Pak Rahman, beliaulah guru bindo kami yang telah menolak judul-judul cerpen itu,
                “Judulnya gampang ditebak”, kata beliau dengan raut wajah yang santai sambil meletakkan cerpen itu di bagian sudut kiri meja.
                Itulah peristiwa yang telah membuat puluhan tugas cerpen kami tertolak. Aku saja yang terkenal dengan segala prestasi dalam bidang tulis-menulis hampir saja ditolaknya. Untunglah, aku segera mengganti judulku sebelum masuk ke dalam kelas.
                Aku serasa kehabisan kosa kata di dalam otakku, sudah puluhan judul yang aku tentukan  ke cerpen-cerpen mereka. Belum lagi kalau ada yang merasa belum pas dengan judulnya, pasti mereka akan meminta ganti. Luar biasa capeknya. Sesekali aku membuka Kamus Pelajar maupun Kamus Besar Bahasa Indonesia itu untuk menambah kosa kata dalam kepalaku.
                Hanya satu yang ada dalam kepalaku kini, aku harus mencari kata-kata asing yang tidak begitu akrab di telinga beliau. Pasti tak akan ditolak. Senyumku terus aku pasung dalam-dalam.
                Sebenarnya aku bangga dengan kerja kerasku i ni. Betapa tidak, tadi saja beberapa temanku yang judulnya telah memikat hati Pak Rahman segera meraih tanganku seraya mengucapkan terima kasih. Itu kepuasaan tersendiri bagiku.
                Aku tak pernah memproklamirkan jiwa sastraku, tapi secara alami seantero Smudama pun mengenalku dengan jiwa itu.
                Kembali aku membuka kamus kali ini aku tersendat dengan judul cerita sendu milik kawanku Fahrul. Luar biasa beragam cerita yang aku baca, akhirnya aku pun memberinya judul –Petak-Petak Check Mate-. Batinku terus bergelayut, berdoa agar judul-judul ini memikat hati Pak Rahman.
                Jarum jam dinding baru yang tergantung di atas jendela kamarku sudah menunjukkan pukul 15.45. Aku pun bersegera menuju ke kamar mandi yang berada di sudut asrama. Ya, aku bersekolah di sebuah sekolah menengah atas berasrama. Sebuah sekolah berlabel sekolah menengah atas andalan di Sulawesi Selatan.
                Di kamar mandi aku berpapasan dengan Muis, adik kelas tingkat pertama. Dengan berjalan bungkuk, dia berjalan di depanku dengan senyum di bibirnya. Itulah budaya di sekolah kami. Budaya tabek yang melambangkan keharmonisan hidup, hormat-menghormati antara kakak beradik.
                Setelah berwudhu, aku menyegerakan langkahku menuju mushallah –Jabal Nur- yang ada diperbatasan asrama antara siswa dan siswi.
                Anak-anak TPA terus saja berkeliaran dalam masjid. Aku pun segera menempelakan telunjuk di  atas bibir untuk menyuruh mereka diam. Namun, sepertinya itu sia-sia. Hingga akhirnya aku putuskan saja untuk ikut berjamaah, nanti merek pasti akan diam dengan sendirinya.
****************


               
untuk mendapatkan kisah lengkapnya,,,, hub. AWAL SAFAR.M
Komentar via Facebook
3 Komentar via Blogger

3 comments:

  1. kkak tlong lnjutan midar - midar hidupx kakak :)

    BalasHapus
  2. okok,, nanti saya upload lagi lanjutannya...

    BalasHapus
  3. o iya, nanti saya posting lagi de,,, mkash nah

    BalasHapus

Akan lebih baik jika Anda mencantumkan nama Anda!

Subscribe
emailDapatkan Artikel Terbaru dari kami via Email, akan langsung di kirim ke Email anda
 

Menurut Anda, Bagaimana kah Keadaan Smudama Sekarang?

Back to top

Slide Show

Slide Show berupa Foto-foto dari SMA Negeri 2 Tinggimoncong sebagai Gambaran dari Sekolah Kami